Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) merupakan dua hal yang penting bagi instansi pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dalam menyusun rencana strategis, penggunaan Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam mengukur kinerja serta memperbaiki layanan yang diberikan.

Tingkatan Hierarki

Hierarki dalam menyusun rencana strategis terdiri dari tiga tingkat, yaitu:

Tingkat Strategis
Tingkat strategis merupakan tingkat yang tertinggi dalam hierarki. Pada tingkat ini, terdapat visi, misi, serta tujuan utama instansi pemerintah. Visi merupakan pandangan jangka panjang yang ingin dicapai oleh instansi pemerintah. Misi merupakan pernyataan tentang apa yang ingin dicapai oleh instansi pemerintah. Sedangkan, tujuan utama merupakan target yang ingin dicapai oleh instansi pemerintah dalam jangka waktu tertentu.

Dalam tingkat strategis, Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam menetapkan visi, misi, serta tujuan utama yang realistis dan dapat diukur. Penggunaan Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam mengukur kinerja serta memperbaiki layanan yang diberikan. Misalnya, jika tujuan utama instansi pemerintah adalah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, maka Sakip dan Lakip dapat digunakan untuk mengukur kinerja serta memperbaiki layanan yang diberikan.

Tingkat Taktis
Tingkat taktis merupakan tingkat menengah dalam hierarki. Pada tingkat ini, terdapat program dan kegiatan yang dilakukan oleh instansi pemerintah untuk mencapai tujuan utama. Program dan kegiatan ini harus diarahkan sesuai dengan visi dan misi instansi pemerintah.

Dalam tingkat taktis, Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dilakukan serta mengevaluasi kinerja program dan kegiatan tersebut. Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam mengukur kinerja program dan kegiatan serta memperbaiki layanan yang diberikan. Misalnya, jika program yang dilakukan oleh instansi pemerintah adalah memperbaiki infrastruktur jalan, maka Sakip dan Lakip dapat digunakan untuk mengukur kinerja program serta memperbaiki layanan yang diberikan.

Tingkat Operasional
Tingkat operasional merupakan tingkat terendah dalam hierarki. Pada tingkat ini, terdapat tindakan-tindakan konkret yang dilakukan oleh instansi pemerintah untuk menjalankan program dan kegiatan yang telah ditetapkan pada tingkat taktis. Tindakan-tindakan konkret ini harus diarahkan sesuai dengan program dan kegiatan yang telah ditetapkan pada tingkat taktis serta visi dan misi instansi pemerintah.

Dalam tingkat operasional, Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam melaksanakan tindakan-tindakan konkret yang telah ditetapkan pada tingkat taktis serta mengukur kinerja dalam melaksanakan tindakan-tindakan tersebut. Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam memperbaiki layanan yang diberikan serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas tindakan-tindakan konkret yang dilakukan.

Penerapan Sakip dan Lakip dalam Menyusun Rencana Strategis

Dalam menyusun rencana strategis instansi pemerintah, penerapan Sakip dan Lakip dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

Menetapkan Tujuan Utama yang Dapat Diukur
Dalam menetapkan tujuan utama instansi pemerintah, Sakip dan Lakip dapat digunakan untuk mengukur kinerja dalam mencapai tujuan utama tersebut. Tujuan utama yang dapat diukur dapat membantu instansi pemerintah dalam mengevaluasi kinerja serta memperbaiki layanan yang diberikan.

Menentukan Program dan Kegiatan yang Dapat Diukur
Dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dilakukan, Sakip dan Lakip dapat digunakan untuk menentukan program dan kegiatan yang dapat diukur kinerjanya. Program dan kegiatan yang dapat diukur kinerjanya dapat membantu instansi pemerintah dalam mengevaluasi kinerja serta memperbaiki layanan yang diberikan.

Melaksanakan Tindakan-Tindakan Konkret yang Dapat Diukur
Dalam melaksanakan tindakan-tindakan konkret yang telah ditetapkan pada tingkat taktis, Sakip dan Lakip dapat digunakan untuk mengukur kinerja dalam melaksanakan tindakan-tindakan konkret tersebut. Kinerja dalam melaksanakan tindakan-tindakan konkret dapat membantu instansi pemerintah dalam memperbaiki layanan yang diberikan serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas tindakan-tindakan konkret yang dilakukan.

Melakukan Evaluasi dan Perbaikan
Setelah program dan kegiatan telah dilakukan serta tindakan-tindakan konkret telah dilaksanakan, Sakip dan Lakip dapat digunakan untuk melakukan evaluasi kinerja serta memperbaiki layanan yang diberikan. Evaluasi kinerja dapat membantu instansi pemerintah dalam mengevaluasi efisiensi dan efektivitas program dan kegiatan serta tindakan-tindakan konkret yang telah dilakukan. Selain itu, evaluasi kinerja dapat membantu instansi pemerintah dalam memperbaiki layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Kesimpulan

Dalam menyusun rencana strategis instansi pemerintah, penerapan Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam mengukur kinerja serta memperbaiki layanan yang diberikan. Hierarki dalam menyusun rencana strategis terdiri dari tiga tingkat, yaitu tingkat strategis, tingkat taktis, dan tingkat operasional. Sakip dan Lakip dapat diterapkan pada setiap tingkat tersebut dengan cara menetapkan tujuan utama yang dapat diukur, menentukan program dan kegiatan yang dapat diukur, melaksanakan tindakan-tindakan konkret yang dapat diukur, serta melakukan evaluasi dan perbaikan.

Dalam tingkat strategis, Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam menetapkan visi, misi, dan tujuan utama yang dapat diukur. Dalam tingkat taktis, Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam menetapkan program dan kegiatan serta tindakan-tindakan konkret yang dapat diukur. Dalam tingkat operasional, Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam melaksanakan tindakan-tindakan konkret yang telah ditetapkan serta mengukur kinerja dalam melaksanakan tindakan-tindakan tersebut.

Dengan penerapan Sakip dan Lakip dalam menyusun rencana strategis instansi pemerintah, diharapkan instansi pemerintah dapat memberikan layanan yang lebih baik dan efisien serta dapat meningkatkan kinerja dan pengawasan terhadap program dan kegiatan yang dilakukan. Selain itu, penerapan Sakip dan Lakip juga dapat membantu instansi pemerintah dalam memperbaiki layanan yang diberikan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Namun, penerapan Sakip dan Lakip juga memiliki beberapa kendala yang perlu diperhatikan. Kendala tersebut antara lain adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran dari instansi pemerintah mengenai pentingnya penerapan Sakip dan Lakip, kurangnya keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat dalam pengawasan program dan kegiatan, serta kurangnya sumber daya manusia dan teknologi yang memadai untuk melakukan pengukuran kinerja.

Oleh karena itu, instansi pemerintah perlu melakukan upaya-upaya untuk mengatasi kendala tersebut, seperti meningkatkan sosialisasi dan pelatihan mengenai penerapan Sakip dan Lakip, melibatkan masyarakat dalam pengawasan program dan kegiatan, serta meningkatkan sumber daya manusia dan teknologi yang dibutuhkan.

Penerapan Sakip dan Lakip dapat membantu instansi pemerintah dalam menyusun rencana strategis serta meningkatkan kinerja dan pengawasan terhadap program dan kegiatan yang dilakukan. Penerapan Sakip dan Lakip dapat dilakukan pada setiap tingkat hierarki dalam menyusun rencana strategis, yaitu tingkat strategis, tingkat taktis, dan tingkat operasional. Namun, penerapan Sakip dan Lakip juga memiliki kendala yang perlu diperhatikan dan diatasi oleh instansi pemerintah.